Rabu, 12 September 2018

Tips Foto untuk Instagram dengan Smartphone

Tips Foto untuk Instagram dengan Smartphone

Media sosial tak ubahnya etalase digital bagi masyarakat modern. Mereka membagikan aktivitas sehari-hari, momen berharga, hingga karya seni.

Salah satu layanan yang paling populer untuk dijadikan wadah unjuk gigi adalah Instagram. Pengguna Instagram yang rutin membagikan konten visual dan kemudian banyak diikuti pengguna lainnya kerap disebut “selebgram”.

Rani Ramadhany adalah salah satu selebgram yang sadar akan pentingnya mempertimbangkan estetika ketika hendak membagi foto di Instagram. Menurut dia, linimasa Instagram yang baik dibentuk dari kesatuan foto-foto yang memiliki mood dan tone seirama.

Selengkapnya, ia membagikan 7 tips menjepret foto untuk Instagram ala millenial, dalam sesi workshop Samsung Galaxy J7+ beberapa saat lalu, di Plataran Menteng, Jakarta.

Pertama, menjepret objek dekat alias near object. Rani Ramadhany mengatakan ada beberapa objek yang sebaiknya dibidik dari dekat. Misalnya makanan, kerang, bunga, dan benda-benda lainnya yang punya pesona individu.

“Untuk objek tertentu, background plain bisa membuat objek lebih menonjol,” kata dia.

Kedua, mengatur bokeh. Rany Ramadhany mengakui bahwa foto-foto kekinian kerap mengagungkan efek bokeh. Salah satu fitur yang diandalkan Galaxy J7+ bertajuk “Live Focus” memungkinkan pengguna mengatur tingkatan dan area bokeh pada suatu foto sesuka hati.

“Saya suka Live Focus di Galaxy J7+ karena bokehnya bisa di-adjust setelah mengambil foto,” Rani menuturkan.

“Biasanya dulu kalau mau bokeh harus bawa kamera yang berat, sekarang Galaxy J7+ saja sudah cukup dan muat di tas,” ia menambahkan.

Ketiga, menentukan ciri khas tone dan mood. Rani menilai tone yang sama dan konsisten untuk linimasa Instagramnya merupakan hal yang penting. Menjaga tone bisa dilakukan saat mengedit foto, sementara mood bisa dipertahankan dengan fokus pada tema Instagram yang diinginkan.

Keempat, menentukan angle yang pas. Sama seperti teori fotografi dasar, Rani mengatakan pengambilan angle sebaiknya dipatok ke satu objek yang ingin difokuskan. Jangan fokus ke banyak objek, sebab less is more.

Kelima, mengontrol pemakaian zoom. Menurut Rani, ada objek-objek tertentu yang sulit dijepret dari dekat sehingga zoom akan sangat membantu. Kendati demikian, sebaiknya foto di Instagram tidak dijepret dengan zoom yang berlebihan karena resolusinya bakal turun dan pecah.

Keenam, menyisipkan video yang bercerita. Menjepret foto di Instagram dengan konsisten bisa membuat linimasa menjadi apik. Namun, di era perkembangan video, ada baiknya menyisipkan pula konten visual bergerak pada linimasa Instagram.

“Di Samsung Galaxy 7+ ini, perekaman videonya sudah berkualitas dan bisa diandalkan untuk diunggah ke linimasa atau Story,” Rany menjelaskan.

Ketujuh, memilih aplikasi edit foto yang cakap. Ada dua aplikasi yang paling disukai Rani Ramdhany, yakni Snapseed dan Lightroom.

“Keduanya bagus untuk edit tone warna dan sharpness. Kalau untuk edit video ada Splice supaya nggak ribet edit di komputer,” Rani memungkasi.

Pasangan Suami Istri, Akhir Pekan Saatnya Berhubungan Intim

Pasangan Suami Istri, Akhir Pekan Saatnya Berhubungan Intim

Di tahun 2006, Lisa Concepcion nyaris memiliki waktu untuk segala hal, karir memuaskan, rutin berolahraga, hingga menghadiri acara setelah bekerja, kecuali berhubungan seks dengan suaminya.

"Jadwal kami seperti kompetisi mencari uang -kami bangun tidur, pergi kerja, pulang, tidur, kerja, dan pada saat ada momen saling bertemu, kami kelelahan."

"Lantas, hubungan seks pun tidak lagi menjadi prioritas," kata Concepcion, yang sekarang menjadi pakar "relationship".

Sampai akhirnya, keduanya menyadari bahwa mereka jarang berhubungan seksual. Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk berubah.

"Saya mengatakan bahwa kita harus sadar untuk melakukan hubungan seks setiap akhir pekan--apakah dia memulai atau saya yang memulai."

Setelah itu, hubungan pasangan suami istri ini terasa berubah menjadi lebih baik.

"Saat akhir pekan, kami akan bercinta lebih lama, rasanya pun menjadi tidak terlalu stres dan sangat menyenangkan jika hubungan seks dijadwalkan," kata dia.

Banyak orang menganggap menjadwalkan hubungan seksual tak romantis, tapi pakar mengatakan, cara ini dapat menjadi solusi bagi pasangan yang sibuk.

Fran Walfish menyarankan pasangan dengan anak di bawah 10 tahun, orang-orang yang berjuang dengan gairah seksual, dan pekerjaan yang penuh tekanan, untuk mencoba solusi ini.

Walfish yang adalah seorang psikoterapis yang berbasis di Beverly Hills, California, memandang orang-orang dalam masalah tersebut cenderung mengeluarkan gairah lebih banyak ke dalam karir dan pekerjaan. 

Nah, saat pulang, mereka merasa sangat kelelahan. Padahal, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seks sangat penting bagi kesehatan suatu hubungan.

Sebuah laporan yang diterbitkan dari University of Toronto Mississauga di Ontario, menyebutkan, para periset mempelajari 30.000 orang Amerika Serikat dan menemukan fakta mengejutkan.

Pasangan yang melakukan hubungan seks kurang dari sekali dalam seminggu, ternyata kurang bahagia dalam hubungan mereka secara keseluruhan.

Selain itu, frekuensi hubungan seksual pun disebut lebih penting daripada uang, terkait upaya menjaga hubungan tetap bahagia.

Walfish mengatakan, pasangan dalam hubungan jangka panjang harus melakukan hubungan seks setidaknya seminggu sekali.

"Saat kita sampai melewati tujuh hari, maka sangat mudah untuk mengatakan, 'oh, sudah 10 hari, oh, sudah dua minggu'," kata dia.

Pesohor Hollywood pun berpendapat serupa. Tak sedikit yang berusaha keras untuk kembali intim dengan pasangan.

Seperti yang dialami Jenna Dewan Tatum--karena karir dengan pasangan, Channing Tatum, di Hollywood, dan harus membesarkan anak perempuan mereka yang berusia empat tahun--mereka harus berusaha menyesuaikan gairah.

"Kami belum menjadwalkan untuk hubungan seks, tapi kami menjadwalkan waktu bersama, jadi mungkin itu semacam penjadwalan berhubungan seks."

"Kami akan pergi saat akhir pekan, tapi kami tidak memiliki jadwal yang ketat," kata Jenna.

Sementara itu, bagi Concepcion, meskipun dia dan suami akhirnya bercerai, dia menganggap membuat prioritas dalam kehidupan seks membantu memperpanjang usia pernikahan.

Dengan pengalaman itu, dia kerap mendorong kliennya untuk menjadwalkan waktu berhubungan seks.

Pada 2016, dia sempat menasehati Mario dan Jeanine, pasangan berusia 50-an yang tak bergairah, setelah membesarkan tiga anak.

"Mereka saling tertarik satu sama lain, dan saling mencintai, tapi merasa ikatan mereka lebih erat dengan anak-anak, bisnis, dan hal-hal lain," kata Concepcion.

"Mereka mulai bertengkar lebih banyak, dan tak lagi melakukan hubungan seks."

Mereka tidak ingat kapan terakhir kali mereka melakukan hubungan intim. Concepcion pun menyarankan kalau mereka harus melakukan setiap akhir pekan. Dan, ini berhasil.

"Mereka mengatakan, kualitas kehidupan seks mereka jauh lebih baik, dan ada energi positif di rumah secara keseluruhan," kata dia.

Nah, bagi calon pasangan yang baru ingin mulai, Walfish menyarankan untuk membuat kesepakatan secara lisan, sebab jika ditulis akan terlalu sulit.

Agar tetap konsisten, selalu jadwalkan pada hari yang sama. Dia juga menyarankan bersikaplah fleksibel, tergantung pada mood dan jadwal kerja pasangan.

Saat tiba jadwalnya, jangan langsung bercinta. Kita bisa mencoba sesuatu yang baru seperti mandi bersama atau hingga berhubungan seks di area selain kamar rumah.

Walfish mengatakan, menjadwalkan hubungan seks bisa menjadi kegiatan rutin. Dan saat tidak dilakukan, akan terasa dirindukan.