Rabu, 16 Mei 2018

Perpanjang Usia dengan Olahraga Ringan

Perpanjang Usia dengan Olahraga Ringan

Agar tubuh bugar dan sehat, kita direkomendasikan untuk aktif bergerak minimal 30 menit setiap hari. Tetapi, mungkin tak sampai separuh orang dewasa melakukannya, apalagi yang sudah lanjut usia.

Sebuah riset terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa ada cara yang bisa dilakukan agar orang yang telah berusia lanjut tetap bisa rutin berolahraga demi menjaga kesehatannya.

Peneliti mengamati sekitar 1.180 pria dengan usia rata-rata 78 tahun yang setuju untuk memakai alat pengukur pergerakan mereka selama tujuh hari.

Ternyata, para responden dalam penelitian selama 5 tahun ini tidak butuh olahraga dalam durasi lama untuk merasakan manfaat positif.

Olahraga yang dilakukan setiap hari, bahkan jika hanya dilakukan selama 10 menit, memiliki manfaat yang baik bagi usia harapan hidup, seperti halnya dengan olahraga dengan durasi lebih lama lagi.

Cara ini ternyata lebih cocok untuk pria. Sebesar 66 persen pria dalam riset dapat melakukan olahraga rutin dalam seminggu jika mereka melakukannya dengan intensitas yang singkat.

Setiap 30 menit aktivitas yang dilakukan di bawah sinar matahari - seperti berjalan-jalan atau berkebun - dapat menurunkan risiko kematian dini sebesar 17 persen.

Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi memiliki hubungan yang lebih erat dengan umur panjang. Melakukan aktivitas tersebut selama 30 menit, dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 33 persen.

Namun menurut para peneliti, fakta bahwa olahraga ringan masih bisa memberi manfaat berupa panjang umur adalah hal yang penting.

Bagaimanapun juga, berolahraga hanya beberapa menit dalam satu waktu - bahkan jika itu olahraga ringan -dapat menurunkan risiko kematian dini pada pria yang berusia lanjut.

Nah, bagi kalian yang ingin memiliki tubuh sehat, coba terapkan 3 Jenis Olahraga yang Sebaiknya Dijadikan Rutinitas Harian.

Kamis, 03 Mei 2018

Hidung Mancung Pada Monyet Buat Betina Tertarik

Hidung Mancung Pada Monyet Buat Betina Tertarik

Dunia fantasi (Dufan) tak hanya dikenal dengan aneka macam mainannya. Maskot dufan berupa monyet berhidung panjang dan mancung juga sangat populer.

Itu sebenarnya adalah bekantan (Nasalis Iarvatus) yang endemik di Kalimantan. Monyet berambut coklat itu memiliki kekhasan perut buncit, hidung besar dan mancung.

Berbicara tentang hidung bekantan yang sangat khas dan ikonik, peneliti menyebut bahwa itu adalah hal terpenting dalam hidupnya. Khususnya bagi bekantan jantan, hidung mancung dan besarnya mampu memikat banyak monyet betina.

Hal ini telah dibuktikan oleh peneliti gabungan Internasional dari Universitas Cardiff, Pusat Lapangan Danau Girang (Malaysia), Universitas Kyoto, dan Departemen Margasatwa Sabah (Malaysia).

Hidung bekantan tak hanya menarik untuk spesiesnya saja. Para ahli biologi pun banyak yang penasaran dan berlomba mencari tahu bagaimana evolusinya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances, Rabu (21/2/2018) mencoba menjelaskan apa yang menarik dari monyet berhidung besar.

"Kami mengamati bahwa pembesaran hidung memodifikasi perubahan resonansi dalam olah suara monyet jantan, yang mungkin memberi kode bahwa ia berkualitas. Oleh sebab itu, penelitian kami mengindikasi bahwa hidung besar dan suara sangat berkontribusi untuk memikat betina," kata Dr Sen Nathan, asisten direktur dari Departemen Margasatwa Sabah, dilansir Physorg, Kamis (22/2/2018).

Mereka juga melampirkan data pengukuran morfologi, rekaman suara monyet jantan dan betina, dan pengamatan perilaku sosial untuk memahami ciri khas primata.

Termasuk gambaran sesungguhnya akan kehidupan primata yang populasinya menurun drastis dan terancam punah karena hilangnya habitat.

"Berdasarkan data yang dikumpulkan, kami menguji korelasi antara berat tubuh, karakteristik wajah, volume testis, suara, dan jumlah selir betina yang dimiliki monyet jantan," ujar Dr. Ikki Matsuda yang berasal dari Universitas Chubu dan Universitas Kyoto itu.

"Selain hidung besar berfungsi sebagai pemikat betina, kami menemukan bahwa monyet jantan yang punya hidung besar cenderung memiliki berat badan dan testis yang lebih besar. Hal ini menunjukkan hidung yang besar juga berkaitan dengan dominasi sosial dan tingginya jumlah sperma yang dimiliki," sambung Matsuda.

Dr. Benoit Goossens, direktur Balai Lapangan Danau Girang berharap penelitian ini dapat menjelaskan bahwa ukuran sangat penting untuk hewan.