Jumat, 26 Januari 2018

Dokter Tegaskan Santan Tidak Menggantung Kolestrol

Dokter Tegaskan Santan Tidak Menggantung Kolestrol

Salah satu hal menarik yang diungkapkan dr Diana Suganda SpGK, spesialis gizi dari Rumah Sakit Pondok Indah, Senin (29/1/2018), mengenai durian adalah fakta bahwa buah-buahan tidak mengandung kolesterol.

Pernyataan ini membuat banyak pembaca bingung. Bila kelapa yang tergolong buah tidak mengandung kolesterol, kok bisa santan disebut-sebut mengandung kolesterol?

Ternyata, ini juga mitos belaka. Disampaikannya melalui pesan elektronik yang diterima pada Kamis (22/2/2018), Diana menegaskan bahwa santan tidak mengandung kolesterol.

Dalam 100 gram santan terdapat 230 kalori; 2,29 gram protein; 5,54 gram karbohidrat; 15 miligram sodium; 263 miligram kalium; 21,14 gram lemak jenuh; 0,261 gram lemak tak jenuh ganda; 1,014 gram lemak tak jenuh tunggal; dan 0 miligram kolesterol.

 dr Diana Suganda, SpGK Informasi gizi dari santan

Kesalahpahaman ini, ujar Diana, mungkin berasal dari tingginya kandungan lemak jenuh di dalam santan yang mencapai 21 persen.

“ Santan tidak mengandung kolesterol, tapi santan mengandung lemak jenuh (saturated fat) yang tinggi, yaitu sebanyak 21 gram per 100 gram santan. Mungkin orang sering salah kaprah menganggap lemak tadi sebagai kolesterol, padahal itu merupakan hal yang berbeda,” ujarnya.

Selain kadar lemak jenuh yang tinggi, kandungan kalori yang mencapai 230 kalori per 100 gram juga membuat santan harus dikonsumsi secara hati-hati. Sebab, konsumsi santan yang berlebihan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko obesitas.

Namun, santan tidak melulu jelek. Diana berkata bahwa santan juga mengandung asam laurat (lauric acid) yang merupakan asam lemak rantai sedang. Dapat digunakan sebagai sumber energi, asam lemak dalam santan ini sebenarnya masih diperlukan tubuh walaupun dalam jumlah sedikit.

Takaran saji yang direkomendasikan oleh dokter spesialis gizi ini hanya seperempat hingga setengah cangkir. Sebagai subtitusi, Anda juga bisa menggunakan susu segar atau susu UHT dalam memasak. 

Minggu, 21 Januari 2018

Perhatikan Gizi Makanan Jika Tidak Mau Kelaparan Tersembunyi

Perhatikan Gizi Makanan Jika Tidak Mau Kelaparan Tersembunyi

Kelaparan tersembunyi (hidden hunger) tidak hanya menimpa anak-anak. Endang L Abadi, Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia, mengatakan, itu juga bisa melanda orang dewasa.

Pada orang dewasa, pola makan yang salah dan gizi tidak seimbang dituding sebagai pemicu timbulnya kelaparan tersembunyi.

Kelaparan tersembunyi terjadi bila seseorang kekuarangan mikronutrein, seperti mengalami defisiensi zat besi, asam folat, vitamin B, iodium, dan vitamin A. Biasanya, seseorang tidak menyadari ketika mengalami kelaparan tersembunyi.

“Kurang vitamin A, berkaitan dengan sistem imun. Seseorang bisa lebih gampang terserang infeksi. Misalnya juga kurang zat besi jadi anemia,” ujar Endang.

Dalam diskusi fortifikasi bersama pakar di kantor Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Jumat (23/2/2018), Endang mengungkapkan bahwa dampak kelaparan tersembunyi bisa fatal. Jika kekurangan vitamin A misalnya, seseorang bisa mengalami kebutaan mendadak.

Ahmad Sulaeman, pakar gizi dari IPB menambahkan, vitamin berperan dalam sistem imun. Sistem imun yang melemah bisa menyebabkan diabetes mellitus.

Diabetes mellitus muncul karena sel beta pankreas gagal mengolah insulin. Ini merupakan dampak dari kekurangan serotonin yang terkandung dalam vitamin B.  

“Orang dewasa tidak terlihat terkena hidden hunger. Sehari-hari masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun tiba-tiba ada saat dia jongkok, lalu berdiri, malah jatuh. Rupanya dia kekurangan zat besi,” sambung Soekirman, seorang profesor sekaligus direktur Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI).  

Untuk itu, seorang dewasa tidak bisa menganggap remeh asupan mikronutrien dalam tubuh. Mikronutrien bisa ditunjang lewat suplemen, sayuran hijau, kacang-kacangan, daging, dan buah-buahan.

Rabu, 17 Januari 2018

Tembok Kumuh di Depok di Sulap Menjadi Penuh Seni

Tembok Kumuh di Depok di Sulap Menjadi Penuh Seni

Sejumlah pemuda tampak asik mengecat tembok di sisi Jalan Margonda, Depok, Jumat (23/2/2018). Mereka berasal dari tim yang ditunjuk salah satu dinas yang ada di Pemerintah Kota Depok.

"Kami tujuh orang, ditunjuk jadi tim dekorasi untuk memperindah tembok-tembok yang ada di jalan," kata Ade.

Menurut Ade, pengecatan itu demi mencegah orang lain membuat coretan-coretan yang cenderung merusak pemandangan di tempat itu.

"Tadinya kan corat-coretan enggak jelas, ini di cat rapi, warna-warni, supaya enak dilihat," kata Ade.

Setelah dicat, tembok yang tadinya penuh coretan-coretan pilox, jadi bermotif dengan pola merah, kuning, oranye, hijau, abu-abu dan biru.

"Dulu mah dekil, kalau gini kan enak ngeliatnya," kata Deki, pengendara ojek online, tentang tampilan baru tembok itu.
Januari 17, 2018 | Kategori: