Jumat, 23 Februari 2018

Pandangan Parpol di Masyarakat Indonesia

Pandangan Parpol di Masyarakat Indonesia

Alvara Research Center merilis survei terbarunya mengenai partai politik. Salah satu yang menarik adalah citra partai dimata masyarakat. Survei yang melibatkan 2.200 responden itu memperlihatkan adanya pengelompokan citra partai-partai yang ada di Indonesia saat ini.

"Di sini ada citra partai agamis, nasionalis, dan lainnya," ujar CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Pertama, partai dengan citra partai agamis. Mayoritas responden menilai beberapa partai lekat dengan agama Islam atau NU yang meliputi PAN, PKS, PKB, PPP, dan PBB.

PKB misalnya, saat responden ditanya hal apa yang terlintas dalam benak saat mendengar PKB, 33,2 persen responden menjawah partai orang NU dan 30,1 persen partai Islam. Begitu pula dengan PPP, PKS, PAN, dan PBB.

Kedua, partai nasionalis dan mengakar. Dalam survei Alvara, partai dengan citra tersebut yaitu PDI-P dan Golkar. Selain itu, kedua partai ini pula dicitrakan sebagai partai yang dekat dengan rakyat, solid, dan memiliki ideologi kuat.

Ketiga, partai dengan tokoh kharismatik. Responden menilai partai-partai yang memiliki tokoh kuat, yaitu Demokrat, Gerindra, Hanura, dan Nasdem.

Seperti diketahui, Demokrat memiliki Susilo Bambang Yudhoyono, Gerindra memiliki Prabowo, Hanura mempunyai Wiranto, dan Nasdem mempunyai Surya Paloh.

Selain partai ini, partai lainnya juga masih dipersepsikan memiliki ketergantungan kepada sosok. PDI-P dengan Megawatinya, PAN dengan Amien Rais, dan Perindo dengan Hary Tanoe.

Di luar itu, beberapa partai memiliki persepsi tersendiri di mata para responden.

Misalnya, Golkar dengan Setya Novanto, Demokrat dengan persepsi korupsi, PAN partai Muhammadyah, Nasdem dengan Metro TV, atau Perindo dengan iklan televisi.

Bicara popularitas, survei Alvara mengungkapkan tiga partai yang memiliki popularitas tertinggi. Partai tersebut adalah PDI-P (39,8 persen), Gerindra (16,2 persen), dan Golkar (15,4 persen).

Survei Alvara dilakukan dengan metode wawancara tatap muka kepada 2.200 responden yang berusia 17-65 tahun dengan margin of error 2 persen.

Survei dilaksanakan pada 15 Januari-7 Februari 2018 di enam wilayah besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua.

0 komentar:

Posting Komentar